Minggu, 21 Februari 2010

aku dan ...

biar berpacu pada pola yang sudah ada, tinggal melangkah dan mengikuti arus yang mengalir, saling menyokong dan menatap lurus, bukan menunduk

tidak ada gerah yang tiba - tiba datang dan menyangkut tenggorokan dengan cekatnya, capek, pasti akan datang pasti akan singgah, berjalan pelan - pelan, dengan lirik - melirik, mencari celah untuk masuk
tenang, kalau kita rekat, semua pasti tersekat
tertutup rapat memang berat, bukan tidak mungkin masuk, tapi berusaha menambalnya saat lubang itu membesar, bukan masalah kan ?
tapi bukan tidak mungkin kalau berharap lubang itu tidak pernah ada..

Kamis, 18 Februari 2010

aku dan Ksatria Waktu

dan Ksatria Waktu menutup luka yang menganga dengan satu jentikan jarinya yang menghapus nanah di sakit itu , voila !! ;))

Selasa, 16 Februari 2010

aku dan selimutku

ini tentang selimut
selimut di waktu dingin mengenai rusukku
selimut ini melindungiku, dari hembusan nafas malam yang membuat aku merinding
hangat, tertutup badan terlindung darinya
aku suka selimutku ini, yang berwarna putih bercorak garis
kesan selimut rumah sakit, sedikit tercentit
ah, biar saja, ini selimutku, bukan selimutmu
memang apa yang salah dengan selimutku ini ?
tidak, tidak ada yang salah
ia berfungsi sebagaimana mestinya, menghangatkan diriku
memberi kenyamanan semu, fana
tunggu,
kenapa semu ?
kenapa fana ?
hha, bodoh kamu
kenyamanan itu hanya kebohongan, sedikit kenyataan terkaburkan
diluar itu dingin
diluar itu menggemeretakkan gigi
menggigil
tapi di bawah selimut, di dalam selimut
kesediaan hangat menemaniku
hha, itu berbeda bukan ?
selimut ini menipuku, menjejalkan banyak mimpi di dalamnya, menghirup kenyamanan
tapi aku suka selimutku, selimut putih bergaris ini
sekedar mimpi, tapi tidak membuatku lari, lari dari kenyataan
sekedar pelindungku, menanti pagi yang hangat, mengajarkanku akan sabar
sabar menunggu ayam jantan itu berkokok
"mimpilah dulu, damaikan dirimu, aku di sini, tetap bersamamu. aku temanimu melewati heningnya dingin malam," ujar selimutku


Senin, 15 Februari 2010

aku dan "aku"

hei
aku buka cadar itu, aku buka kelambu itu
diam, sendiri, dingin, kaku
aku dekati sosok itu, aku ulurkan tanganku
tersentak saat kulit kami beradu
dingin
aku tidak sadar,
ada cermin di sudut itu
terpantul
hitam, gelap, dan sunyi

hei,
itu aku
aku yang terbayang,
aku yang terefleksikan,
dingin

hei,
apa ini,
kenapa ada aku yang terdiam,
aku yang dingin,
di depan aku yang bergumam,
terheran

dan aku yakinkan,
itu diriku yang telah mati,
itu diriku yang sudah usang,
bukan terbuang,
namun tersimpan,
terkenang