aku buka cadar itu, aku buka kelambu itu
diam, sendiri, dingin, kaku
aku dekati sosok itu, aku ulurkan tanganku
tersentak saat kulit kami beradu
dingin
aku tidak sadar,
ada cermin di sudut itu
terpantul
hitam, gelap, dan sunyi
hei,
itu aku
aku yang terbayang,
aku yang terefleksikan,
dingin
hei,
apa ini,
kenapa ada aku yang terdiam,
aku yang dingin,
di depan aku yang bergumam,
terheran
dan aku yakinkan,
itu diriku yang telah mati,
itu diriku yang sudah usang,
bukan terbuang,
namun tersimpan,
terkenang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar