Selasa, 16 Februari 2010

aku dan selimutku

ini tentang selimut
selimut di waktu dingin mengenai rusukku
selimut ini melindungiku, dari hembusan nafas malam yang membuat aku merinding
hangat, tertutup badan terlindung darinya
aku suka selimutku ini, yang berwarna putih bercorak garis
kesan selimut rumah sakit, sedikit tercentit
ah, biar saja, ini selimutku, bukan selimutmu
memang apa yang salah dengan selimutku ini ?
tidak, tidak ada yang salah
ia berfungsi sebagaimana mestinya, menghangatkan diriku
memberi kenyamanan semu, fana
tunggu,
kenapa semu ?
kenapa fana ?
hha, bodoh kamu
kenyamanan itu hanya kebohongan, sedikit kenyataan terkaburkan
diluar itu dingin
diluar itu menggemeretakkan gigi
menggigil
tapi di bawah selimut, di dalam selimut
kesediaan hangat menemaniku
hha, itu berbeda bukan ?
selimut ini menipuku, menjejalkan banyak mimpi di dalamnya, menghirup kenyamanan
tapi aku suka selimutku, selimut putih bergaris ini
sekedar mimpi, tapi tidak membuatku lari, lari dari kenyataan
sekedar pelindungku, menanti pagi yang hangat, mengajarkanku akan sabar
sabar menunggu ayam jantan itu berkokok
"mimpilah dulu, damaikan dirimu, aku di sini, tetap bersamamu. aku temanimu melewati heningnya dingin malam," ujar selimutku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar